Selasa, 11 Desember 2018

Tuhan selalu mengerti

Memasuki perkuliahan minggu-minggu akhir membuat diri ini sangat jenuh. Selalu terbesit ingin segera UAS dan liburan! Jadilah ingin kembali menjadi tutor sebagai bekal agar liburan tidak gabut, scrolling grup, nemulah yang kelas, mapel, tempat, dan jadwalnya pas. Sehari sebelum ketemu mbak admin, saya ditawari seorang teman untuk menjadi staf ahli kamzin sebuah event besar di kampus yang mana teman saya ini adalah koor kamzin. Karena beberapa hari sebelumnya ada oprec koor divisi, saya mendaftar tapi yang lolos adalah teman saya itu, saya terimalah tawaran tersebut. Singkat cerita ketemu mbak admin dan tutornya hari minggu pagi di daerah deket rumah. Sabtu malam saya menjadi budak proker di kampus sampai larut malam. Ditengah acara saya mendapat sebuah telfon dari mbak admin bahwa tutornya gajadi seterusnya karena ibu siswanya membatalkan.

Mendengar kabar tersebut antara melegakan dan juga kecewa. Karena memang beberapa hari sebelumnya terpikir liburan menjadi tidak gabut karena ngurusin acara gede sekalipun saat kuliah sudah mulai masuk bisakah saya membagi waktu lantaran weekend mungkin tidak selalu bisa pulang. Keraguan saya mungkin didengar oleh Sang Pencipta. Hingga akhirnya tiba-tiba dibatalkan dengan alasan yang mungkin kurang logis menurut saya. Dan weekend selanjutnya pun sangat padat, ya padahal hari seninnya sudah UAS. Entah kebetulan yang sangat random atau memang Tuhan mendengar isi hati saya.

"Tuhan selalu menunjukkan kuasanya dengan cara yang tidak pernah terduga."